Makanan Sehat Untuk Mencegah Stunting Pada Anak

  • Share

Hasil survei yang dilakukan pada tahun 2019 menunjukkan kalau tingkat stunting pada balita Indonesia mencapai sekitar 30 persen. Banyak aspek yang menyebabkan tingginya tingkat stunting pada waktu itu. Aspek paling menonjol adalah tingkat pendidikan dan kondisi ekonomi.

Mencegah Stunting Pada Anak

Mencegah stunting sangat penting untuk dilakukan. Sebab, sangat sulit untuk memperbaiki dampak stunting, di samping dapat merugikan masa depan anak. Dalam hal ini, ibu perlu memegang dan mengambil peranan dengan cara memberikan gizi terbaik untuk anak dengan memberikan makanan sehat yang mengandung protein hewani.

Daftar Makanan Sehat untuk Mencegah Stunting Pada Anak

Pada Hari Gizi Nasional, Kemenkes mengangkat tema ‘stunting’ sebagai pembahasan utama. Hal ini memang merupakan masalah yang terjadi pada anak akibat mendapatkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Sehingga, pertumbuhan anak menjadi terganggu.

Dilansir dari Unair News (28/10/2019) bahwa stunting yang terjadi pada anak bisa dicegah dengan cara ibu selalu menyiapkan makanan bergizi seimbang. Dalam hal ini, makanan yang sangat dianjurkan agar dikonsumsi anak adalah protein hewani.

Trias Mahmudiono yang merupakan seorang pakar gizi menyebutkan bahwa mencegah stunting bisa dilakukan dengan cara memberikan asupan nutrisi yang mengandung protein hewani pada anak. Contoh makanan dengan kandungan seperti itu adalah telur, ikan, dan ati ayam.

Baca juga :  5 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat yang Sudah Lama

Ketiga jenis makanan yang disebutkan di atas sangat mudah didapat di Indonesia. Selain itu, harga yang ditawarkan juga lumayan terjangkau. Oleh karena itu, sama sekali tidak ada alasan lagi bagi ibu untuk tidak memberikan asupan gizi terbaik bagi buah hatinya.

Dampak Stunting terhadap Kesehatan Anak

Perlu diketahui bahwa stunting pada anak bisa memberikan pengaruh pada dirinya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk efek jangka pendek, anak yang mengalami stunting bisa menderita gangguan perkembangan otak, pertumbuhan fisik dan metabolisme tubuh. Sekilas, proporsi tubuh anak yang menderita stunting mungkin terlihat normal. Kenyataannya, dia lebih pendek dari anak-anak seusianya.

Stunting juga bisa memberikan pengaruh dalam jangka panjang atau seiring dengan bertambahnya usia anak. Di antara masalah yang bisa ditimbulkan adalah sebagai berikut :

  • Anak akan mengalami penurunan tingkat kecerdasan, sehingga prestasi belajarnya sulit untuk maksimal.
  • Terganggunya sistem imun pada tubuh anak, sehingga mudah terserang penyakit.
  • Anak memiliki resiko yang tinggi terhadap penyakit kanker, diabetes, stroke, dan penyakit jantung, dibandingkan anak-anak lainnya.
Baca juga :  Seputar Gejala Omicron dan Catatan Dokter Terkait Gejala Tersebut

Dampak buruk stunting akan terus menghantui anak tersebut hingga usia tua. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencegah stunting pada anak. Kuncinya adalah memberikan asupan gizi yang cukup sehingga tubuh menjadi sehat.

Hal-hal Penting untuk Dilakukan dalam Rangka Mencegah Stunting

  • Selama hamil dan menyusui, pastikan ibu senantiasa mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkannya.
  • Asupan nutrisi yang baik kepada si kecil harus diperhatikan sebaik mungkin, seperti memberikan ASI eksklusif maupun nutrisi penting lainnya. Pemberian terus dilakukan seiring perkembangan usianya.
  • Terapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan sebelum makan, termasuk memiliki sanitasi yang bersih di lingkungan rumah.
  • Periksakan kehamilan secara rutin.
  • Periksakan pertumbuhan dan perkembangan si kecil setelah lahir.

Perlu diingat bahwa untuk mencegah stunting pada anak memang memerlukan ketekunan dan usaha yang sungguh-sungguh. Selain itu, hendaknya semua anggota keluarga memahami bahwa hal ini bukan semata-mata tanggung jawab para ibu, tapi seluruh anggota keluarga.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.