Omicron RI Diyakini Bukan Lagi Transmisi Lokal Tapi Transmisi Komunitas

  • Share

Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan pengumuman kasus pertama transmisi lokal varian Omicron. Sudah ditegaskan sebelumnya kalau bukti terjadinya penularan atau transmisi komunitas belum ditemukan.

Omicron RI Diyakini Bukan Lagi Transmisi Lokal

Kasus Omicron di Indonesia terus bertambah. Sampai saat ini sudah tercatat sebanyak 47 kasus yang terkonfirmasi varian Omicron. Dari 47 kasus tersebut, ditemukan satu kasus di Jakarta yang merupakan transmisi lokal, sedangkan 46 kasus lainnya diklaim sebagai kasus impor.

Sebenarnya, dari 46 kasus tersebut terdapat 2 kasus transmisi lokal. Hanya saja terjadinya masih dalam lingkungan isolasi Wisma Atlet. Di antaranya adalah kasus pertama yang berasal dari petugas kebersihan yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, sedangkan yang kedua merupakan tenaga kesehatan. Keduanya diyakini tertular dari pelaku perjalanan ke luar negeri.

Kekhawatiran Adanya Transmisi Komunitas

Sejak informasi adanya satu orang pasien Omicron yang berhasil lolos dari karantina di Wisma Atlet diketahui publik, masyarakat pun mengkhawatirkan adanya transmisi komunitas. Terlebih lagi disebutkan kalau pasien tersebut sempat bepergian bersama keluarganya.

Hal ini tentu menyebabkan kegelisahan. Pasalnya, isu transmisi komunitas seakan menunjukkan kalau Omicron mulai tersebar di tengah-tengah masyarakat.

Terlepas dari itu, transmisi komunitas varian Omicron pada asalnya sulit untuk dihindari. Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Dicky Budiman yang merupakan pakar epidemiologi dari Universitas Griffith Australia. Apalagi, pasien tersebut sudah bepergian bersama keluarganya.

Baca juga :  Varian Omicron Masuk Indonesia,Waspada!

Dicky Budiman juga mengatakan bahwa Australia saja yang begitu ketat bisa terjadi transmisi komunitas, apalagi di Indonesia yang notabene 3T-nya belum kuat. Sehingga, kemungkinan besar terjadi.

Perlu diketahui bahwa transmisi komunitas merupakan penularan suatu penyakit di level komunitas. Pada level tersebut, penularan secara meluas seringkali terjadi tanpa Terlebih lagi pada kasus Omicron, yang mana peluangnya sangat besar disebabkan pertumbuhan kasusnya yang cenderung eksponensial.

Dicky menyebutkan bahwa pertumbuhan Omicron yang bersifat eksponensial berarti akan banyak orang yang masuk ke dalam kasus kontak. Sehingga solusi dalam kasus ini adalah melakukan isolasi atau karantina, termasuk kasus kontaknya.

Micro Lockdown Dianggap Tak Efektif Tangkal Omicron RI

Dicky Budiman juga menganggap kalau penerapan PPKM mikro atau micro lockdown tidak efektif di tengah laporan resmi transmisi lokal, disebabkan risiko sudah berada pada level penularan transmisi komunitas. Hal tersebut disebabkan adanya satu orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 Omicron lolos dari karantina Wisma Atlet dan bebas jalan-jalan ke ruang publik.

Baca juga :  Cara Cepat Memutihkan Wajah Secara Alami Dalam 1 Hari

Dia juga menyarankan agar pemerintah bisa lebih fokus pada strategi isolasi kontak dan tracing, di samping meningkatkan cakupan vaksinasi COVID-19 lengkap khususnya bagi kelompok rentan.

Dicky mengatakan bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, PPKM Mikro atau micro lockdown itu agak sulit untuk mencegah penularan. Sebab, kasusnya sudah pergi ke mana-mana. Artinya, sudah banyak orang yang masuk ke dalam kasus kontak erat probable Omicron.

Apa yang disampaikan oleh Dicky terkait dengan keinginan pemerintah untuk menerapkan micro lockdown selama periode Nataru di lima provinsi. Kelima provinsi dan daerah tersebut terdiri dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, dan Lombok. Alasannya, tempat-tempat tersebut sering menjadi tujuan wisata selama momen liburan.

Di tempat yang lain, dr Nadia selaku juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes terus mengingatkan agar semua pihak tetap waspada terhadap penyebaran varian Omiron, terutama di akhir tahun ini. Oleh karena itu, pemerintah pun akan terus berupaya mencegah laju penularan dengan cara melakukan pembatasan mobilitas, aktivitas, termasuk menjaga terjadinya kerumunan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.