Tiga tips untuk berhenti menunda apa yang harus Anda lakukan

  • Share

Penundaan adalah kecenderungan yang sangat umum, yang dapat dilakukan secara aktif atau pasif.

Itu terjadi pada kita semua dari waktu ke waktu: kita memiliki kewajiban, kita tahu kita harus melakukannya, tetapi itu membuat kita sangat malas. Jadi, sebagai orang yang tidak menginginkan hal itu, kita menunda tindakannya sedikit demi sedikit. Kita mulai dengan menunda tugas, dan terkadang kita melewatkan tenggat waktu.

Menunda tugas, juga disebut menunda – nunda, adalah saat di mana kita menunda kewajiban, menyadari sebagian besar waktu bahwa kita tidak boleh melakukannya. Juan Nieto, psikolog dan direktur Institut Psikologi Positif Eropa menjelaskan bahwa, jika kita berbicara tentang penundaan, kita menemukan dua ‘aspek’: yang aktif dan yang pasif.

Yang pertama mengacu pada saat sesuatu ditunda secara tidak sadar, misalnya mengalihkan perhatian ke banyak tugas lain sebelum tugas yang sebenarnya perlu dilakukan. Yang kedua berbicara tentang kapan suatu kegiatan sengaja ditunda: entah karena kita merasa membutuhkan lebih banyak energi, atau kita akan melakukannya lebih baik di lain waktu.

Mengapa kita menunda kewajiban

Dalam penundaan, dua faktor yang sangat penting berperan: harga diri dan perfeksionisme. Juan Nieto meyakinkan bahwa harga diri yang rendah adalah salah satu alasan paling umum mengapa seseorang cenderung menunda tugas secara pasif. “Jika seseorang terlihat kecil, dan itu tidak cukup untuk melakukan sesuatu, maka secara tidak sadar menghindari untuk melakukannya,” jelasnya. Di sisi lain, perfeksionisme memainkan peran penting: “Jika saya tidak akan mampu melakukan ini dengan sempurna, lebih baik saya tidak melakukannya.”

Dilema mungkin muncul, apakah penundaan adalah masalah manajemen waktu, atau masalah manajemen emosi. Juan Nieto meyakinkan bahwa itu bisa dari keduanya, karena ketika kita berbicara tentang masalah ini, kita tahu bahwa asalnya dapat memiliki beberapa penyebab. Jadi, bagi beberapa orang, menunda tanggung jawab mungkin lahir dari ketidakmampuan untuk mengelola beberapa emosi, yang menahan kita karenanya, dan bagi yang lain itu adalah masalah waktu yang sederhana: itu terbuang sia-sia dan tidak ditakdirkan untuk apa yang seharusnya.

Jika kita menyadari bahwa kita adalah orang-orang dengan kecenderungan untuk menunda-nunda, penting untuk menganalisis sejauh mana hal itu mempengaruhi kita : jika kita melihat bahwa hal itu terjadi dari hari ke hari dengan cara yang nyata, yang terbaik adalah mencari bantuan profesional. Jika kita mengidentifikasi polanya, tetapi tidak begitu menonjol, Juan Nieto memberikan tiga ‘trik’ hebat untuk dapat mengelola penghindaran ini:

Tiga tips untuk berhenti menunda-nunda

  • Perencanaan yang baik: penting untuk mengidentifikasi ‘pola’ penundaan yang kita miliki: kapan biasanya kita melakukannya, dengan tugas apa, apa yang paling membuat kita bosan dan berapa lama kita cenderung menunda kewajiban.
  • Penghalang menit pertama: jika kita mengalahkan menit pertama suatu kegiatan (yaitu, kita mengambil langkah untuk memulainya), kita telah membuat kemajuan besar. Setelah menit itu berlalu, kita telah mendobrak penghalang utama yang menghalangi untuk melakukan aktivitas.
  • Memiliki hadiah: memberi diri kita hadiah kecil (suatu kegiatan, makan, sesuatu yang sangat kita sukai) sebagai imbalan untuk melakukan apa yang kita sangat malas untuk mengerjakannya sehingga dapat menjadi kunci untuk melakukannya kedepan.
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.