Seputar Omicron : Potensi Gelombang Omicron di Indonesia Hingga Omicron Bisa Tipu Swab Antigen

  • Share

Berita seputar corona kali ini akan membahas tentang potensi gelombang Omicron di Indonesia dan hasil penelitian yang menunjukkan kalau varian Omicron bisa tipu swab antigen. Selain itu, jumlah pasien kasus varian Omicron di Indonesia terus meningkat. Untuk lebih jelasnya, akan disebutkan secara detail di bawah ini.

Potensi Gelombang Omicron di Indonesia

1. Menkes Sebutkan Potensi Gelombang Omicron di Indonesia

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa Indonesia berpotensi akan menghadapi gelombang varian baru Omicron. Berkaca dari banyak negara, peningkatan kasus Omicron jauh lebih cepat dibandingkan COVID-19 varian Delta.

Dalam konferensi pers Senin (10/1/2022), Menkes menyebutkan bahwa kenaikan transmisi varian Omicron memang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan varian Delta. Meskipun demikian, yang mendapatkan perawatan justru lebih sedikit. Oleh karena itu, Kemenkes RI melakukan perubahan strategi penanganan, yang tadinya ke rumah sakit digeser ke rumah. Dengan begitu, tidak banyak orang yang ke rumah sakit.

Menkes juga menyampaikan bahwa kita akan menghadapi gelombang Omicron. Namun tidak perlu panik dalam menghadapinya karena semua sudah dipersiapkan dengan baik untuk menghadapinya. Berdasarkan pengalaman, meskipun naiknya cepat, gelombang Omicron juga akan turun dengan cepat. Poin paling penting dalam hal ini adalah menjaga prokes, disiplin surveilans-nya dan mempercepat vaksinasi bagi yang belum mendapatkan vaksinasi.

Baca juga :  Bagaimana Cara Membuat Kulit Wajah Putih Alami Dalam 1 Minggu?

Menkes juga mengingatkan bahwa kasus Omicron yang terjadi di Indonesia sebagian besarnya diakibatkan oleh pelaku perjalanan luar negeri. Olehnya itu, dia meminta agar warga bisa menahan diri dari melakukan perjalanan internasional jika tidak ada kebutuhan yang mendesak.

Sampai hari ini, gejala pasien Omicron yang sudah dilaporkan tercatat ringan. Pasalnya, dari 414 kasus yang dilaporkan, cuma dua pasien saja yang mengeluhkan gejala sedang atau membutuhkan perawatan terapi oksigen. Selain itu, pemerintah juga kabarnya sudah menyiapkan Molnupiravir sebagai salah satu senjata apabila peningkatan yang terjadi cukup signifikan.

2. Omicron Bisa Tipu Swab Antigen

Berdasarkan riset terbaru yang dilakukan di Amerika Serikat (AS), diketahui kalau Test COVID-19 menggunakan usapan di hidung atau swab antigen tidak mampu mendeteksi varian Omicron dalam beberapa hari pertama infeksi. Menurut pendapat para pakar, mendeteksi virus Omicron secara akurat sebaiknya dengan swab tes yang mengambil sampel dari tenggorokan.

Dr Michael Mina dari Harvard TH Chan School of Public Health dan Chief Science Officer menyampaikan bahwa penularan Omicron ke orang lain terjadi ketika sudah menginfeksi tenggorokan dan air liur, sebelum virus tersebut mencapai hidung mereka. Oleh karena itu, tes usap lubang hidung dianggap terlalu dini dalam proses infeksi, sehingga tidak akan mendeteksinya.

Baca juga :  Varian Omicron Masuk Indonesia,Waspada!

Berdasarkan hasil sebuah penelitian yang dilakukan kepada 29 pekerja yang terinfeksi Omicron dalam profesi berisiko tinggi yang dilakukan secara bersamaan dalam beberapa hari menunjukkan bahwa Omicron akan lebih lama terdeteksi jika menggunakan tes antigen dibandingkan tes PCR.

Oleh karena itu, ketika penderita Omicron dites menggunakan antigen, besar kemungkinan hasilnya tetap negatif. Padahal, di dalam tubuhnya sudah terdapat virus tersebut.

Penelitian juga menunjukkan kalau gejala COVID-19 muncul lebih awal dengan Omicron dibandingkan dengan varian lainnya. Oleh karena itu, ketika Anda merasakan gejala, maka anggap saja Anda sudah positif. Tetapi jika mau lebih akurat, sebaiknya gunakan tes swab antigen. Tunggu dulu hingga beberapa hari berlalu.

Itulah dua sorotan berita pada hari ini, yaitu potensi adanya gelombang Omicron di tanah air dan Omicron yang bisa menipu Swab. Semoga bermanfaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.